Lamongan, Bin.id — Menanggapi pemberitaan terkait isu penahanan ijazah dan kendala layanan sosial yang dialami warga miskin, Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Lamongan memberikan penjelasan resmi mengenai status ijazah siswa di wilayahnya, khususnya di SMPN 4 Babat.
Sebelumnya, beredar kabar mengenai keluhan warga terkait ijazah kelulusan sekolah yang belum diberikan. Hal ini memicu sorotan publik terhadap kehadiran dan peran Dinas Pendidikan l dalam merespons persoalan warga kurang mampu.
Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan, Abdullah Taufiq, mengonfirmasi bahwa pihak dinas telah melakukan pengecekan langsung ke pihak sekolah SMPN 4 Babat dan SMP Negeri Lainnya untuk memastikan duduk perkara tersebut.
Berdasarkan hasil konfirmasi, pihak sekolah menegaskan tidak ada penahanan ijazah secara sengaja. Pihak sekolah menyatakan bahwa proses penyerahan ijazah sudah diumumkan secara resmi kepada para alumni beserta wali murid.
"Untuk SMPN 4 Babat, kemarin sudah kita konfirmasi. Pihak sekolah menyampaikan bahwa ijazah sebenarnya sudah diberikan dan jadwal pengambilannya telah diumumkan kepada wali murid maupun siswa. Bagi siswa yang memang belum mengambil, ijazahnya dipastikan ada dan bisa segera diambil," ujar Kabid SMP Disdik Lamongan, Abdullah Taufiq.
Abdullah Taufiq menegaskan komitmen Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan dalam mengawal seluruh pelayanan pendidikan agar tidak menyusahkan masyarakat, terutama dari kalangan kurang mampu. Pihaknya mengimbau kepada seluruh orang tua/wali murid yang merasa ijazah putranya belum diambil agar segera berkoordinasi dengan pihak sekolah atau Dinas Pendidikan.
Kabid SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Lamongan juga menginstruksikan seluruh satuan pendidikan jenjang SMP di Kabupaten Lamongan untuk mempermudah dan tidak mempersulit penyerahan dokumen kelulusan/ijazah kepada para siswa.
- Laporan : Bed
- © Barometer Investigasi News

0 Comments