Breaking News

Dedikasi Tanpa Batas Ipda Purnomo: Rawat 512 ODGJ dan Alasan Pilih Matikan AdSense YouTube

​Lamongan,    Bin.id  — Di balik hebohnya kabar kedatangan petugas instansi pemerintah pusat ke kediaman perwira polisi asal Lamongan, Ipda Purnomo, tersimpan potret dedikasi dan pengabdian kemanusiaan yang mendalam.

​Kedatangan petugas untuk mengonfirmasi rincian biaya produksi konten serta estimasi penghasilan media sosialnya justru membuka mata publik akan besarnya beban pengabdian yang dipikul anggota Polres Lamongan tersebut.

​Ipda Purnomo menceritakan, dirinya sempat terkejut saat baru pulang dinas dan mendapati dua orang petugas mendatangi panti sosial miliknya dengan membawa lembar pemeriksaan aktivitas digital.

​"Kemarin sore saya pulang dinas sekitar jam 4 sore. Ada dua orang petugas dari instansi pemerintah pusat yang bertugas di wilayah Lamongan. Mereka membawa surat tugas, namun di lembar isian itu tidak tercantum nama saya," ungkap Purnomo saat ditemui di panti sosial miliknya, Kamis (1/10/2026).


​Pemeriksaan tersebut justru membeberkan fakta bahwa biaya penanganan kemanusiaan yang dijalankan Purnomo jauh melampaui pendapatan dari platform digital. ​Setiap bulannya, panti sosial yang ia kelola membutuhkan dana operasional antara Rp1 miliar hingga Rp2 miliar. 

Anggaran tersebut digunakan secara penuh untuk merawat 512 Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), menyediakan tempat tinggal yang layak, makanan, layanan kesehatan, hingga rehabilitasi sosial secara gratis.

​"Kalau hanya menangani orang gangguan jiwa di jalan relatif murah. Tapi kalau bertemu warga terlantar hingga memberikan beasiswa pendidikan, biayanya bisa mencapai puluhan juta rupiah. Semua itu jelas tidak cukup kalau hanya mengandalkan konten. Beruntung banyak orang baik yang ikut mendukung," jelasnya.

​Matikan AdSense Demi Menjaga Ketulusan Niat
​Menjawab tuduhan atau prasangka publik bahwa dirinya memanfaatkan aksi kemanusiaan demi komersialisasi materi, Ipda Purnomo mengambil keputusan tegas Yani 
 mematikan fitur monetisasi (AdSense) pada akun YouTube miliknya. ​Langkah ini diambil agar niat tulusnya dalam merawat ratusan ODGJ tetap terjaga tanpa diterpa isu miring.

​"Saya putuskan untuk mematikan monetisasinya agar niat hati saya tetap terjaga. Jadi tidak ada lagi anggapan bahwa Purnomo membuat konten hanya untuk mencari penghasilan. Saya ingin saluran YouTube ini murni menyiarkan pesan kebaikan dan menginspirasi banyak orang," tegasnya.

​Sebagai bentuk transparansi dan kepatuhan hukum, Purnomo juga menyerahkan seluruh akses akun digital serta rekening yayasan untuk diperiksa secara terbuka.

Ia memastikan seluruh pendapatan AdSense yang pernah diterima sebelumnya telah disalurkan sepenuhnya ke rekening resmi yayasan demi kebutuhan para penghuni panti.

​Sikap transparan dan ketulusan Ipda Purnomo kini memicu gelombang empati serta dukungan luays dari berbagai pihak, mulai dari japoran masyarakat, Kementerian Kesehatan, hingga pimpinan kepolisian agar gerakan kemanusiaan di Lamongan tersebut terus berlanjut.

( Bed)

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa