Breaking News

Tangis Haru Ibu Kartini , Berjuang Hidupi 5 Anak Yatim Hingga Harus Makan Nasi Kemarin, IPDA Purnomo Turun Tangan

Lamongan,   Bin.id  — Sebuah kisah mengharukan sekaligus menggugah rasa kemanusiaan datang dari Desa Balongtawun, Kecamatan Sukodadi, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur.

Seorang ibu tunggal, Ibu Kartini, harus berjuang sendirian demi menghidupi lima orang anaknya yang masih kecil setelah ditinggal sang suami.

Peristiwa ini terungkap berawal dari ketidaksengajaan. Usai melaksanakan sholat Dzuhur di Masjid Agung Lamongan, tim dari IPDA Purnomo menemukan seorang anak kecil yang tengah tertidur lelap di sudut lantai masjid.

Saat dibangunkan dan diajak bicara, anak tersebut mengaku berasal dari Desa Balongtawun. Dengan niat baik, tim kemudian mengantarkan anak tersebut pulang ke rumahnya.  

Betapa terkejutnya IPDA Purnomo saat tiba di lokasi. 

Rumah sederhana tersebut dipenuhi kenyataan pahit yang dialami keluarga Ibu Kartini.

Tanpa ada beras tersisa untuk dimasak, keluarga ini terpaksa memakan nasi sisa kemarin untuk menyambung hidup harian mereka. Bahkan untuk kebutuhan mendasar seperti listrik, mereka belum mampu membeli token.  

Tangis Ibu Kartini pun pecah saat menceritakan beban berat yang harus dipikulnya sehari-hari. Demi merawat dan memberi makan kelima buah hatinya yang masih yatim, ia biasa berjualan keliling setiap malam di area Alun-Alun Kota Lamongan. 

Usaha warung yang dulu sempat dirintisnya terpaksa gulung tikar akibat kehabisan modal dan terdesak biaya hidup yang terus mencekik.  

Mendengar jeritan hati dan menyaksikan langsung kondisi keluarga tersebut, IPDA Purnomo tak mampu menahan rasa harunya. Sebagai bentuk empati dan kepedulian nyata, ia memberikan bantuan langsung dan berjanji akan memberikan modal usaha.  

"InsyaAllah besok saya kasih modal usaha Rp2 juta biar bisa melanjutkan jualan di warung," ujar IPDA Purnomo menguatkan.
  
Bantuan modal usaha ini diharapkan dapat menjadi pemicu semangat baru bagi Ibu Kartini agar mampu berdiri mandiri dan membangun kembali usahanya.

 Harapan besar kini tertanam, agar kelima anak yatim tersebut dapat tumbuh dengan layak tanpa harus kembali merasakan getirnya kelaparan.  

Kisah Ibu Kartini menjadi pengingat bagi kita semua akan pentingnya kepedulian sosial terhadap sesama di sekitar kita.

Pewarta: Alv
Editor. : Bed

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa