Lamongan, Bin.id — Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Srampat 2, Haikal Al-Fharisi, memberikan klarifikasi resmi mengenai keluhan warga terkait dugaan pencemaran limbah dapur di Dusun Srampat, Desa Klagen, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan.
Ia membantah narasi yang menyebut aliran air buangan fasilitasnya menyebabkan tanaman padi milik petani lokal mati. Klarifikasi ini disampaikan menyusul kekhawatiran seorang petani di sekitar lokasi SPPG. Petani tersebut sebelumnya mengaitkan penurunan kondisi tanamannya dengan luapan air dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dapur operasional program pemenuhan gizi tersebut.
Pihak SPPG menegaskan beberapa poin penting terkait penanganan kendala teknis tersebut.
Haikal memastikan kondisi padi yang dikeluhkan bukan disebabkan oleh kematian tanaman akibat paparan limbah dapur SPPG.
Hanya Rembesan Teknis, Air yang sempat mengalir ke area persawahan murni merupakan rembesan kecil dari sistem IPAL, bukan pembuangan limbah secara sengaja.
Pihak pengelola langsung melakukan perbaikan teknis pada IPAL sehingga saat ini tidak ada lagi rembesan air yang mengalir ke persawahan warga.
Komitmen Pengawasan.
Pengelolaan air buangan harian dapur menjadi prioritas operasional SPPG guna memastikan aktivitas pemenuhan gizi masyarakat berjalan tanpa mengganggu lingkungan sekitar.
"Tanaman padi itu tidak mati, dan aliran air limbah yang mengaliri sawah itu hanya rembesan saja yang berasal dari IPAL. Untuk sekarang sudah tidak ada rembesan lagi," ujar Haikal, Kamis (3/9/2026).
Pengelola SPPG Srampat 2 memastikan pintu komunikasi selalu terbuka bagi warga dan petani setempat untuk mencegah kesalahpahaman serta menjaga hubungan harmonis dengan lingkungan sekitar. ( Bed)

0 Comments