Lamongan, Bin.net — Ratusan warga Perumahan Graha Indah, Desa Paciran, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan, melayangkan protes keras menuntut penghentian polusi debu masif dari pabrik pengolahan dolomit di Desa Drajat.
Memasuki pertengahan September 2026, imbas kemarau ekstrem memperparah paparan debu pekat putih yang setiap hari mengepung pemukiman, merusak tanaman, serta menutupi rumah dan kendaraan warga.
Ketua RT Perum Graha Indah, Roni Sumitro, menegaskan bahwa letak pemukiman yang berbatasan langsung dengan area industri membuat warga berada dalam kondisi krisis kesehatan.
"Kami hidup bersama racun debu! Rumah kami bukan gudang debu! Pohon saja tak bisa bernapas, apalagi kami," ujar Roni sambil menunjukkan lapisan debu putih tebal yang mengendap di atap rumah warga.
Melalui aksi bertajuk "Stop Polusi Dolomit", masyarakat mendesak pengelola pabrik segera memasang alat pengendali debu (dust collector) dan mengevaluasi sistem penyaringan material.
Warga juga meminta Pemerintah Desa Paciran bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lamongan turun tangan sebagai mediator objektif dan segera menggelar uji baku mutu udara di lokasi terdampak.
Merespons desakan tersebut, DLH Kabupaten Lamongan memastikan akan mengambil tindakan lapangan secara terukur.
Sekretaris DLH Kabupaten Lamongan, Inganatul Muhimmah, S.T., M.T., mewakili Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Lamongan, Etik Sulistyani, S.Sos., M.Si., mengonfirmasi langkah tegas pihak pemerintah.
"Kami baru terima informasi kaitan hal tersebut siang ini, Senin kami akan cek lapangan.
Secara umum, kegiatan pengolahan kapur harus memasang alat pengendali emisi berupa dust collector atau cyclone," tegas Inganatul, Sabtu (12/9/2026).
Ia menambahkan, keberadaan alat penyerap partikulat hukumnya wajib agar limbah pemrosesan tidak lepas liar ke pemukiman.
"Kami akan pastikan kepemilikan persetujuan lingkungan kegiatan tersebut, komitmen pengelolaan emisi, dan komitmen lingkungan hidup lainnya. Kalau melihat aduannya, ini cukup parah debunya lepas ke pemukiman," pungkasnya.
- Laporan : Bed

0 Comments