LAMONGAN, BIN.ID — Kebaikan dan takdir kerap menyapa melalui jalan yang tak terduga. Niat awal IPDA Purnomo berkunjung ke salah satu sekolah di Desa Sidobinangun, Kabupaten Lamongan, untuk membagikan tas sekolah serta hidangan "Jumat Berkah" bagi siswa-siswi, justru berujung pada pertemuan emosional yang tak pernah ia bayangkan.
Di tengah keramaian kegiatan sekolah tersebut, perhatian IPDA Purnomo tertuju pada seorang kuli bangunan yang sedang bekerja. Setelah diamati lebih dekat, sosok tersebut ternyata adalah Aji, teman dekat satu bangku sekolahnya dulu.
Aji yang sempat merasa segan untuk menyapa langsung disambut dengan pelukan hangat oleh IPDA Purnomo. Isak tangis haru pun tak terbendung menyelimuti momen reuni singkat dua sahabat lama tersebut.
Dahulu, Mas Aji sempat mencoba peruntungan di dunia usaha dengan modal awal dari bantuan IPDA Purnomo. Namun nasib berkata lain hingga usahanya gagal dan ia harus bekerja keras sebagai kuli bangunan demi memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Komunikasi di antara mereka pun sempat terputus cukup lama. Dalam perbincangan penuh haru, Aji menceritakan keterbatasan ekonomi keluarga.
Ia tak lagi memiliki sepeda motor untuk berangkat kerja maupun mengantar anaknya sekolah. Bahkan, tekanan ekonomi memaksanya terjerat utang pada rentenir (bank titil) hingga dokumen-dokumen penting kependudukan miliknya disita sebagai jaminan.
Mendengar perjuangan hidup sang sahabat, IPDA Purnomo bergerak cepat menunaikan komitmennya untuk membebaskan beban perekonomian keluarga Aji diantaranya
IPDA Purnomo menyerahkan satu unit sepeda motor untuk menunjang mobilitas Mas Aji sehari-hari, baik untuk bekerja maupun menunjang kegiatan sekolah sang anak.
Seluruh beban utang yang melilit Aji pada pihak rentenir dan bank titil dilunasi secara tuntas agar keluarganya dapat hidup lebih tenang dan fokus menata masa depan.
Dokumen-dokumen vital kependudukan seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Akta Kelahiran, dan Surat Nikah yang selama ini disita sebagai jaminan utang, berhasil ditebus dan diserahkan kembali secara utuh kepada Mas Aji.
"Alhamdulillah hari ini saya datang untuk menepati janji melunasi utang teman sekolah saya, Mas Aji. Sepeda motor sudah dibeli, utang lunas, dan beberapa jaminan seperti buku nikah, KTP, serta akta kelahiran semua sudah diserahkan. Semoga tidak berutang lagi. Terima kasih kepada beberapa pihak yang turut membantu kegiatan ini," ujar IPDA Purnomo.
IPDA Purnomo menegaskan bahwa aksi sosialnya ini murni bentuk kepedulian antar sesama dan persahabatan.
"Mas Aji adalah teman saya. Di saat beliau mungkin sedang belum beruntung, sudah menjadi kewajiban saya untuk hadir dan berusaha meringankan bebannya. Semoga bantuan ini membawa berkah dan perubahan hidup yang lebih baik serta sejahtera untuk keluarga Mas Aji," tuturnya.
- Laporan : Bed/Red

0 Comments