LAMONGAN, BIN.ID — Persahabatan sejati tak pernah memandang status sosial maupun jarak yang memisahkan. Hal inilah yang dibuktikan oleh sosok polisi dermawan, IPDA Purnomo.
Setelah memeluk erat teman masa kecilnya yang menangis haru di lokasi kerja, IPDA Purnomo bergerak cepat menunaikan niat mulianya untuk merubah duka sang sahabat menjadi senyum kebahagiaan. Rabu ( 29/07/2026).
Pertemuan tak sengaja antara IPDA Purnomo dan Mas Aji sahabat karibnya semasa Sekolah Menengah Pertama (SMP) terjadi saat kegiatan bakti sosial di salah satu sekolah di Desa Sidobinangun, Kecamatan Deket, Kabupaten Lamongan. Saat itu, Ipda Purnomo sedang membagikan tas sekolah dan sajian Jumat Berkah untuk para siswa.
Di tengah keriuhan acara, pandangannya tertuju pada sosok kuli bangunan yang sedang bekerja di area sekolah. Sosok itu tak lain adalah Aji, teman lamanya yang sempat segan untuk menyapa karena minder dengan kondisinya saat ini. Tanpa ragu, Ipda Purnomo langsung merangkul dan memeluk erat sang sahabat. Dalam pelukan hangat itu, tangis Aji pecah.
Dulu, Aji pernah dibantu modal wirausaha oleh IPDA Purnomo namun usahanya belum berhasil, hingga komunikasi mereka sempat terputus bertahun-tahun. Kini, harus memeras keringat sebagai kuli bangunan demi menyambung hidup.
Kehidupan yang serba terbatas membuat Mas Aji bahkan tidak memiliki sepeda motor, kendaraan vital yang sangat dibutuhkannya untuk berangkat bekerja serta mengantar anak-anaknya menuntut ilmu.
Mendengar kisah pilu tersebut, hati IPDA Purnomo tersentuh mendalam. Hari ini,( kamis 30/06/2026) komitmen itu terwujud nyata. IPDA Purnomo secara langsung menyerahkan sejumlah uang tunai kepada Mas Aji untuk membeli sepeda motor.
Tak hanya itu, jika ada sisa dana, bantuan tersebut dibebaskan untuk digunakan memenuhi kebutuhan hidup keluarga sehari-hari.
"Insyaallah semua bebanmu mulai hari ini aku akan ikut memikulnya. Aku ingin kita ceria dan bahagia lagi seperti saat masih sekolah dulu, tanpa memikirkan hutang dan beban seperti sekarang ini," ujar IPDA Purnomo penuh ketulusan.
Tak berhenti di bantuan kendaraan, IPDA Purnomo juga berjanji akan terus mendampingi Aji untuk membantu meringankan beban hutang yang masih melilitnya.
Baginya, membantu Aji bukan sekadar aksi sosial, melainkan panggilan jiwa seorang sahabat.
Kisah persahabatan sejati antara IPDA Purnomo dan Aji menjadi pengingat indah bagi masyarakat luas: bahwa ketulusan, kepedulian, dan silaturahmi adalah pilar kehidupan yang tak boleh padam oleh kerasnya roda zaman.
Editor : Redaksi _ Bed

0 Comments