Breaking News

Terpilih Kembali Pimpin PKB Abdul Ghofur, Siap Konsolidasi dan Rangkul Semua Elemen

LAMONGAN,  BIN.ID — Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menetapkan kembali Abdul Ghofur sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Lamongan untuk masa khidmat 2026–2031. 

Keputusan ini diumumkan secara virtual oleh Wakil Ketua Umum DPP PKB, Cucun Ahmad Syamsurijal, pada Kamis (11/6/2026).

Meski membawa misi penguatan dan konsolidasi organisasi, keputusan mempertahankan pria yang akrab disapa Kaji Ghofur ini memicu dinamika dan kritik hangat di internal kader, terutama terkait mandeknya regenerasi kepemimpinan.

Soroti Kaderisasi "Setengah Hati" dan Dominasi Dinasti
Kembalinya Abdul Ghofur untuk periode ketiga dinilai oleh sebagian pihak sebagai sinyal lemahnya kaderisasi di tubuh partai berlogo bola dunia dan sembilan bintang tersebut.

M. Ali, seorang aktivis muda sekaligus kader PKB Lamongan, menilai bahwa keberhasilan jangka panjang sebuah partai politik tidak boleh hanya bertumpu pada satu figur tunggal.

"PKB ke depan membutuhkan ruang yang luas bagi kader muda, santri, perempuan, dan seluruh kelompok masyarakat untuk ikut mengambil peran. Kepemimpinan Kaji Ghofur diharapkan mampu menjadi rumah besar bagi semua kader," ujar Ali di sela-sela kegiatannya, Jumat (12/6/2026).

Ali, yang juga merupakan anggota tim Kajian Kebijakan dan Hukum IKA UINSA Lamongan, menambahkan bahwa masyarakat dan kader di akar rumput merindukan munculnya wajah-wajah baru yang berintegritas dan memiliki kedekatan emosional dengan publik.

Selain masalah regenerasi, PKB Lamongan juga diterpa kritik terkait hegemoni politik keluarga atau "Bani Abbas".

Sebelum Abdul Ghofur menjabat selama tiga periode, posisi Ketua DPC PKB Lamongan dipegang oleh sang kakak, Makin Abbas, yang juga memimpin selama tiga periode.

Realitas politik ini memicu persepsi di tengah masyarakat bahwa parpol sebesar PKB terkesan eksklusif dan menutup ruang bagi elemen potensial lainnya.

Dinamika internal ini kian menghangat menyusul performa politik PKB dalam kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lamongan beberapa waktu lalu.

 Menurut Ali, DPP PKB seharusnya melakukan evaluasi menyeluruh terhadap performa kepemimpinan di daerah pasca-kekalahan tersebut.

"Dalam pandangan mereka (kader dan simpatisan), hasil pilkada seharusnya menjadi salah satu indikator utama untuk menilai efektivitas strategi politik, konsolidasi organisasi, dan sejauh mana partai mampu menjaga kepercayaan publik," cetusnya.

Kendati demikian, Ali memaklumi bahwa keputusan DPP mempertahankan Abdul Ghofur tentu didasari oleh pertimbangan taktis yang matang. Jam terbang politik yang tinggi di wilayah Lamongan.

Kemampuan Kaji Ghofur dalam meredam faksi dan menjaga kekompakan parpol. Hubungan politik yang mengakar kuat ke berbagai elemen strategis. Siap Konsolidasi dan Rangkul Semua Elemen

Menanggapi amanat baru dari DPP PKB, Abdul Ghofur menyatakan rasa syukur dan terima kasihnya atas kepercayaan yang kembali diletakkan di pundaknya.

Ia menegaskan komitmennya untuk segera bergerak cepat menyusun langkah strategis partai.

“Kami akan segera melakukan konsolidasi organisasi dan menyusun struktur kepengurusan yang solid bersama tim formatur.

Semangat kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat akan menjadi landasan utama dalam menjalankan amanah ini,” tegas Abdul Ghofur.

Kini, tantangan besar berada di tangan kepengurusan baru periode 2026–2031. Publik dan kader berharap kepemimpinan berkelanjutan ini tidak bermuara pada stagnasi, melainkan menjadi momentum pembuktian bahwa PKB Lamongan mampu melahirkan estafet kepemimpinan baru demi masa depan partai.

( Bed)

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa