LAMONGAN, BIN.ID — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Lamongan secara resmi memberlakukan rekayasa arus lalu lintas di sekitar area Jembatan Kepuh Gajah. Langkah taktis ini diambil menyusul dimulainya proyek pengerjaan rekonstruksi jalan pada oprit Jembatan Kepuh Gajah (berada di sisi timur RM. AQILA) guna meningkatkan kualitas serta aspek keselamatan infrastruktur jalan nasional.
Berdasarkan rilis resmi kepolisian, proses pengerjaan fisik ini dijadwalkan berlangsung selama lebih dari satu bulan, terhitung sejak tanggal 02 Juni hingga 06 Juli 2026.
Oprit jembatan sendiri merupakan segmen jalan landai krusial yang menghubungkan struktur jalan utama dengan pangkal jembatan.
Fungsi utama dari perbaikan intensif pada oprit ini adalah untuk memastikan kelandaian jalan kembali sempurna, sehingga kendaraan baik roda dua maupun roda empat dapat melintas saat naik maupun turun dari jembatan dengan jauh lebih mulus, stabil, dan aman.
Penerapan Rekayasa Lalu Lintas dan Jalur Alternatif
Guna meminimalisasi potensi kemacetan parah yang diakibatkan oleh penyempitan lajur di area kerja proyek (KM SBY 40+710), pihak Satlantas Polres Lamongan dibantu petugas lapangan menetapkan skema pembagian arus.
Pengendara dari arah barat (Babat/Tuban) yang hendak menuju timur (Gresik/Surabaya), maupun sebaliknya, sangat disarankan untuk mencari dan menggunakan jalur alternatif guna menghindari titik penumpukan kendaraan.
Secara khusus, masyarakat dan pengguna jalan diimbau untuk sementara waktu menghindari kawasan Jalan Lingkar Utara (JLU) bagian timur. Tingginya volume kendaraan yang melintasi area penyempitan proyek diprediksi dapat memicu antrean yang cukup panjang, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Imbauan Resmi Satlantas Polres Lamongan
Demi menjaga keselamatan bersama dan mendukung kelancaran arus lalu lintas selama proses perbaikan jalan berlangsung, Satlantas Polres Lamongan mengeluarkan maklumat dan imbauan penting kepada seluruh pengguna jalan agar:
Tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan penuh saat melintasi atau mendekati zona pengerjaan proyek.
Mematuhi rambu-rambu lalu lintas portabel yang dipasang serta mengikuti seluruh instruksi dari petugas kepolisian yang bersiaga di lapangan.
Mengurangi kecepatan kendaraan secara signifikan saat memasuki area proyek demi keselamatan diri sendiri dan para pekerja.
Mengatur kembali waktu perjalanan secara bijak atau memanfaatkan rute alternatif yang tersedia apabila situasi arus lalu lintas mengalami stagnasi.
Pihak kepolisian menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada masyarakat luas atas ketidaknyamanan perjalanan yang timbul selama proses perbaikan ini.
Dukungan, kesabaran, serta kedisiplinan para pengendara di jalan raya sangat diharapkan demi terwujudnya infrastruktur jalan yang lebih aman, nyaman, dan berkualitas bagi seluruh masyarakat di masa mendatang.
( Bed&Luq)

0 Comments