SURABAYA, BIN.ID - Program Studi Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Universitas Negeri Surabaya (Unesa) sukses menyelenggarakan Seminar Kesehatan Mental 2026 pada Rabu, 3 Juni 2026.
Acara yang berlangsung di Auditorium O5 Lantai 3 FIP Unesa ini mengusung tema yang sangat relevan dengan dinamika generasi muda saat ini, yaitu "Kesehatan Mental dan Resiliensi: Seni Bertahan di Era Penuh Tantangan".
Kegiatan ini memang dirancang khusus sebagai wadah edukasi interaktif bagi para mahasiswa.
Agenda besar ini dihadiri langsung oleh Dekan FIP Unesa, Prof. Dr. Muhammad Nur Salim, M.Si., jajaran dosen pembimbing, serta ratusan mahasiswa aktif dari lingkungan Fakultas Ilmu Pendidikan yang tampak antusias memadati ruang auditorium sejak pukul 09.00 WIB.
Sinergi Polisi Humanis dan Praktisi Psikologi
Seminar ini menghadirkan kombinasi pembicara yang luar biasa untuk mengupas tuntas pentingnya menjaga kestabilan mental dan membangun ketangguhan (resiliensi) diri di tengah tekanan zaman.
Hadir sebagai narasumber utama adalah Ipda Purnomo, S.H., S.E., seorang anggota polisi aktif dari Polres Lamongan sekaligus pembina Yayasan Berkas Bersinar Abadi (YBBA) dan kreator konten edukasi sosial yang dikenal luas lewat aksi-aksi kemanusiaannya.
Dalam pemaparannya, Ipda Purnomo membagikan perspektif unik mengenai pentingnya empati, kepedulian sosial, serta bagaimana menjaga kesehatan mental saat menghadapi berbagai tekanan realitas di lapangan.
Dalam kesempatan tersebut, Ipda Purnomo menyampaikan bahwa kesehatan mental bukan hanya tentang ketenangan pikiran pribadi, melainkan juga bagaimana seseorang mampu menyebarkan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
"Menjadi tangguh itu bukan berarti kita tidak pernah terjatuh, melainkan bagaimana kita bisa bangkit dan tetap peduli kepada sesama di tengah keterbatasan atau tekanan yang kita hadapi. Mahasiswa sebagai agen perubahan harus memiliki mental yang kuat sekaligus empati yang tinggi," ujar Ipda Purnomo di hadapan ratusan peserta.
Selain Ipda Purnomo, seminar ini juga menghadirkan Chikology, seorang praktisi psikologi dan kesehatan mental. Ia membedah berbagai tips praktis serta pendekatan psikologis dalam membangun resilience (daya lenting) di era digital yang penuh dengan distrupsi dan tekanan sosial media.
Dukungan Penuh dari Pimpinan Fakultas
Dalam sambutannya, Dekan FIP Unesa, Prof. Dr. Muhammad Nur Salim, M.Si., memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas inisiasi yang dilakukan oleh Program Studi BK. Menurutnya, isu kesehatan mental adalah fondasi krusial bagi mahasiswa, terutama bagi mereka yang dipersiapkan menjadi calon pendidik dan konselor masa depan.
"Mahasiswa harus mampu mengelola stres dengan baik agar tetap produktif di tengah dinamika perkuliahan dan tantangan zaman yang semakin kompleks," tegas Prof. Muhammad Nur Salim.
Acara yang dipandu oleh Dr. Devi Ratnasari, M.Pd., Kons. selaku moderator ini berjalan sangat dinamis dan interaktif. Keseluruhan jalannya diskusi dan talkshow dipandu langsung di bawah koordinasi Dr. Evi Winingsih, S.Pd., M.Pd., selaku Koordinator Program Studi Bimbingan Konseling Unesa.
Melalui ajang talkshow interaktif ini, para mahasiswa tidak hanya mendapatkan ilmu yang bermanfaat langsung dari para pakar, tetapi juga mendapatkan ruang aman (safe space) untuk berdiskusi, menambah relasi, serta membawa pulang pemahaman baru mengenai pentingnya menjadi individu yang tangguh secara mental demi menyongsong masa depan.
( Bed)

0 Comments