Kab. Padang Pariaman, | BIN.ID - Sejumlah warga mengaku kecewa terhadap berbagai janji yang pernah disampaikan oleh Walinagari Dari tahun 2019 Di Palak Gadang yang hingga kini dinilai belum terealisasi. Kekecewaan tersebut disampaikan masyarakat karena harapan besar terhadap pembangunan dan kesejahteraan nagari dianggap hanya sebatas janji tanpa kepastian nyata.
Saat dikonfirmasi via telepon WhatsApp dinihari tadi 24-05-2026 Sofyan Walinagari Manggopoh palak gadang ulakan kabupaten Pariaman.
menjelaskan kepada awak media bahwa.
"didalam perjanjian itu almarhum cik jakir telah meninggal dunia didalam surat perjanjian tidak ada ahli waris sebelum dibangunkan rumah kami mengontrakan rumah untuk almarhumjadi kami tidak jadi membangunkan rumah"ucap Walinagari
Masih lanjutya Walinagari menyampaikan bahwa rumah yang di bongkar itu berdiri diatas tanah Ulayat dan ada program dari Pemda kabupaten Pariaman untuk pembangunan terkait janji untuk membangunkan rumah dibenarkan oleh wali nagari tapi yg bersangkutan kan telah meninggal dunia pungkasnya,
Beberapa warga menyebutkan, sebelumnya masyarakat dijanjikan berbagai program bantuan, perbaikan infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat. Namun dalam perjalanannya, banyak program yang disebut belum berjalan maksimal bahkan ada yang belum terealisasi sama sekali.
Saat dikonfirmasi wartawan Via telepon WhatsApp kepada warga korban gusuran yang kebetulan ada anak dari almarhum aciak jakir uni Nenen mengaku saat ini keadaanya sangat memprihankan mengaku Luntang Lantung saat ini menunggak kontrakan.dan menjelaskan rumahnya di gusur dari tahun 2019 janji Walinagari relokasi pengganti rumah hanya janji manis belaka,janji membayarkan kontrakan selama setahun tidak ditepati
Masih lanjutya korban, Sambungan via telepon WhatsApp kepada warga dengan mengais tersedu meminta kepada pemerintah agar mengganti rumah sesuai dengan janji sofya Walinagari Manggopoh Parak gadang Ulakan kabupaten Padang Pariaman Sumbar
Dengan tangis pilu seorang ibu bernama piak pakan dan para korban gusuran Harapan warga memohon kepada Pemprov Sumbar dan pemerintah pusat agar melihat warga yg sedang memohon keadilan saat ini
“Kami hanya berharap ada kejelasan. Jangan masyarakat terus diberi harapan, sementara realisasinya tidak ada. Kami butuh bukti nyata, bukan sekadar janji,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Kondisi ini memunculkan berbagai keluhan di tengah masyarakat. Warga berharap pemerintah nagari lebih terbuka dalam menyampaikan perkembangan program serta penggunaan anggaran demi menjaga kepercayaan publik.
Tokoh masyarakat setempat juga meminta agar persoalan tersebut dapat diselesaikan secara bijaksana dan mengedepankan musyawarah. Menurutnya, pemimpin memiliki tanggung jawab moral untuk menepati komitmen Tertulis yang telah disampaikan kepada masyarakat.
Reporter:Zef/Red

0 Comments