LAMONGAN,  BIN.ID — Sebuah kisah menyentuh hati datang dari sudut jalanan Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Seorang kakek lansia bernama Mbah Sukarno, warga asli Desa Kanor, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro, ditemukan telantar dalam kondisi memprihatinkan pada hari Minggu lalu.( 17/06/2026).

Mbah Sukarno ditemukan oleh seorang warga (netizen) yang tergerak hatinya saat melihat kondisi sang kakek di jalanan. Setelah diajak berkomunikasi secara perlahan, terungkaplah kisah pilu di balik garis-garis keriput wajahnya.

Kepada warga yang menolongnya, Mbah Sukarno mengaku sebatang kara setelah kehilangan belahan jiwanya, Almarhumah Ibu Sumira. Rasa cinta dan tanggung jawab moral yang besar membuat Mbah Sukarno mengambil keputusan berat dengan menjual satu-satunya rumah yang ia miliki.

Uang hasil penjualan rumah tersebut ia gunakan seluruhnya untuk biaya prosesi pemakaman dan selamatan (kirim doa) bagi mendiang istrinya.

 Tanpa atap untuk berteduh dan tanpa harta yang tersisa, Mbah Sukarno terpaksa menjalani kerasnya hidup di jalanan, berpindah-pindah, dan bertahan hidup dari belas kasihan orang asing yang lewat.

Mengetahui hal tersebut IPDA purnomo anggota polres Lamongan dan juga pembina Yayasan Berkas Bersinar Abadi YBBA) setelah bertemu dengan Sukarno mengatakan  "Akan Saya Rawat Seumur Hidup" jawabnya singkat.

Melihat kondisi Mbah Sukarno yang telantar di wilayah Lamongan, sang penemu menunjukkan aksi kemanusiaan yang luar biasa. Ia berkomitmen untuk tidak membiarkan kakek tua ini kembali ke jalanan.

"Mohon doanya, saya akan rawat Mbah Sukarno seumur hidup jika ternyata nanti tidak bertemu dengan pihak keluarganya," ujar tutur Ipda Purnomo.

Meski siap mengasuh Mbah Sukarno seperti keluarga sendiri, IPDA Purnomo tetap membuka pintu selebar-lebarnya jika ada sanak saudara, kerabat, atau pihak kedinasan terkait yang mengenali dan ingin menjemput sang kakek. Informasi Kontak & Identitas.

( Bed)