Breaking News

Ekonomi Petani Tambak Bengawan Jeroh "Terjun Bebas" Pasca Banjir 3 Bulan Lebih

LAMONGAN,  BIN.ID – Isak tangis dan tatapan kosong kini menyelimuti wajah-wajah petani di sepanjang bantaran sungai Bengawan Jeroh Kabupaten Lamongan Jawa Timur. Harapan untuk meraup untung dari hasil panen tahun ini sirna seketika. 

Pasca banjir luapan sungai yang merendam ribuan hektar lahan persawahan tambak selama berbulan-bulan, kondisi ekonomi warga kini berada di titik nadir atau "terjun bebas". Gagal Panen Total Minggu ( 10/05/2026).

Lahan tambak yang seharusnya dipanin dibulan ke 3 dan ke 4 lenyap terbawa air yang merendam lahan tambak selama kurun 3 bulan lebih. Para petani tambak dipastikan mengalami gagal panen ikan total.

Parmin salah satu petani tambak dari Karangbinangun mengatakan,"Modal dipinjam dari bank dan tengkulak, niatnya bayar pas panen. Sekarang padinya busuk semua, jangankan untung, untuk makan besok saja kami bingung," ujar salah satu petani dengan suara pasrah.

Rincian Kerugian yang Menghimpit

Kerugian tidak hanya datang dari hilangnya potensi pendapatan, tetapi juga dari biaya produksi dan perawatan ikan yang sudah terlanjur dikeluarkan:

Rata-rata petambak merugi antara Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per hektar. Hutang Menumpuk: Banyak petani yang terjerat pinjaman modal yang kini tidak tahu bagaimana cara melunasinya.

Pangan: Ironisnya, saat mereka kehilangan sumber penghasilan, harga kebutuhan pokok di pasar justru merangkak naik akibat akses distribusi yang sempat terhambat banjir.

Dampak Berantai (Multiplier Effect)

Ekonomi mikro di desa-desa terdampak pun ikut lumpuh. Toko-toko kelontong sepi pembeli, dan daya beli masyarakat menurun drastis.

Bengawan Jeroh yang biasanya menjadi urat nadi kehidupan, kali ini menjadi saksi bisu ambruknya ketahanan finansial ribuan kepala keluarga.

Menanti Langkah Nyata Pemerintah

Hingga saat ini, para petani hanya bisa berharap pada bantuan pemerintah, mulai dari: Pemberian Benih Gratis untuk masa tanam yang akan datang 

Relaksasi Kredit bagi mereka yang memiliki pinjaman di bank. Normalisasi Sungai yang lebih permanen agar tragedi tahunan ini tidak terus berulang.

Tanpa intervensi cepat, "terjun bebas"-nya ekonomi di kawasan Bengawan Jeroh dikhawatirkan akan memicu angka kemiskinan baru yang sulit dibendung.

( Bed)

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa