LAMONGAN,  BIN.ID – Yayasan Berkas Bersinar Abadi terus menunjukkan komitmennya dalam memanusiakan manusia. Dalam waktu dekat, yayasan yang dipimpin oleh Ipda  Purnomo ini dijadwalkan akan menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) strategis dengan Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui beberapa dinas terkait. Selasa( 13/06/2026)

Kerja sama ini bertujuan untuk memberikan bekal keterampilan bagi warga binaan—khususnya Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) dan penyintas penyalahgunaan narkoba—yang telah dinyatakan sehat secara klinis dan memiliki kondisi psikologis yang stabil.

Sinergi Lintas Dinas untuk Kemandirian

Program pelatihan ini tidak main-main. Yayasan Berkas Bersinar Abadi merangkul tiga instansi besar di Kabupaten Lamongan untuk memberikan pelatihan spesifik sesuai potensi daerah:

  • Dinas Tenaga Kerja (Disnaker): Fokus pada pelatihan keterampilan teknis dan kesiapan mental memasuki dunia kerja.
  • Dinas Peternakan: Memberikan edukasi mengenai tata cara beternak yang produktif dan bernilai ekonomi.
  • Dinas Perikanan: Membekali warga binaan dengan keahlian budidaya perikanan, mulai dari pembibitan hingga perawatan.

Ipda Purnomo menyampaikan bahwa langkah ini merupakan bagian penting dari proses rehabilitasi. Sebelum para warga binaan kembali ke pangkuan keluarga dan masyarakat luas, mereka harus memiliki kepercayaan diri dan kemampuan untuk menghidupi diri sendiri.

"Kami ingin memastikan bahwa saat mereka pulang nanti, mereka bukan lagi dianggap sebagai beban, melainkan individu produktif yang memiliki keahlian. Semua pelatihan akan dipandu langsung oleh para tenaga ahli dari Pemerintah Kabupaten Lamongan," ujar pengurus Yayasan.

Prosedur Berbasis Pemulihan

Pelatihan ini dikhususkan bagi mereka yang sudah melewati masa krisis dan dinyatakan sehat serta stabil. Dengan bimbingan dari instruktur profesional, diharapkan warga binaan dapat memiliki "senjata" baru berupa soft skill dan hard skill untuk memulai lembaran hidup yang lebih cerah.

Langkah kolaboratif ini diharapkan menjadi percontohan bagi lembaga rehabilitasi lainnya, di mana sinergi antara yayasan sosial dan pemerintah daerah dapat menciptakan solusi nyata bagi pemulihan sosial dan ekonomi warga binaan.


( Bed)