LAMONGAN, BIN.ID – Pemerintah Kabupaten Lamongan melalui Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang (PU BMKTR) terus memacu proyek strategis Jalan Mantap dan Alus Lamongan (Jamula).
Pada tahun anggaran 2026, program unggulan ini menargetkan tingkat kemantapan jalan kabupaten meningkat signifikan menjadi 63,55%.
Kepala Dinas PU BMKTR Lamongan, Andhy Kurniawan, menyatakan bahwa tahun ini pembangunan infrastruktur tidak hanya mengejar kuantitas, tetapi juga ketahanan jangka panjang. Untuk mencapai standar kualitas tinggi, pihaknya menggandeng tim ahli teknis dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya.
Fokus pada 55 Ruas Jalan dan Wilayah Selatan
Program Jamula 2026 dipastikan akan menyasar 55 ruas jalan yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Lamongan. Selain pemeliharaan rutin, fokus utama tahun ini adalah meningkatkan konektivitas di wilayah selatan guna memicu pertumbuhan ekonomi baru.
"Kami berkomitmen mewujudkan infrastruktur yang merata. Pembangunan jalan ini juga dilakukan secara terintegrasi dengan perbaikan drainase perkotaan dan trotoar, sehingga kualitas jalan tetap terjaga dan estetika kota semakin rapi," ujar Andhy.
Spesifikasi Teknis: Gunakan Konstruksi CBC
Salah satu sorotan utama dalam pengerjaan tahun ini adalah penggunaan konstruksi Cement Bound Concrete (CBC) atau perkerasan beton semen. Teknologi ini dipilih karena daya tahannya yang lebih baik terhadap beban kendaraan berat dan kondisi cuaca ekstrem.
Andhy merinci beberapa titik penanganan krusial di wilayah timur yang menjadi prioritas, di antaranya:
Ruas Deket – Soko: Penanganan sepanjang 2.007 meter.
Ruas Soko – Karangbinangun: Penanganan sepanjang 830,5 meter.
Ruas Soko – Dagang: Penanganan sepanjang 1.380 meter.
"Semua ruas tersebut akan menggunakan konstruksi CBC. Ini langkah konkret kami untuk memastikan jalan-jalan di Lamongan tidak hanya mulus saat selesai dibangun, tetapi juga awet untuk bertahun-tahun ke depan," tegasnya.
Dorong Produktivitas Ekonomi
Melalui konektivitas jalan yang lebih baik, Pemkab Lamongan berharap mobilitas warga semakin lancar, biaya logistik menurun, dan produktivitas ekonomi lokal meningkat. Program Jamula tetap menjadi tulang punggung dalam visi pemerataan pembangunan di seluruh pelosok "Kota Soto" ini.
( Bed)

0 Comments