Barometerinvestigasinews.id - Rumah Sakit (RS) Muhammadiyah Lamongan melakukan terobosan signifikan di bidang kesehatan mental dengan meluncurkan program Day Care "Mentari Pagi", sebuah pusat rehabilitasi psikososial medik berbasis komunitas, pada Selasa (28/4/2026).
Program ini dirancang khusus untuk mempercepat proses pemulihan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) berat, terutama penyintas skizofrenia yang telah melewati fase pengobatan medis rutin.
Fokus utamanya adalah mengembalikan kemandirian dan keberdayaan pasien agar siap kembali berinteraksi di lingkungan sosial. Fokus pada Keterampilan dan Kemandirian
Spesialis Kedokteran Jiwa, dr. Era Catur Prasetya, Sp.KJ (K), menjelaskan bahwa kurikulum di Day Care Mentari Pagi mencakup pelatihan komprehensif yang meliputi:
Social Skills: Pelatihan cara berkomunikasi dan interaksi sosial yang sehat.
Keterampilan Okupasional: Pembiasaan aktivitas harian dan persiapan dasar untuk dunia kerja. Edukasi Medis: Pemahaman mendalam bagi pasien mengenai kondisi kesehatan mereka dan pentingnya kepatuhan terhadap pengobatan.
"Kami ingin para peserta tidak hanya sembuh secara medis, tetapi juga memahami kondisinya sehingga mereka patuh berobat dan akhirnya bisa kembali pulih sepenuhnya," ujar dr. Catur.
Apresiasi dan Kolaborasi Lintas Sektor
Inisiatif ini mendapat sambutan hangat dari Ipda Purnomo, yang turut hadir dalam peluncuran tersebut. Menurutnya, keberadaan Day Care ini merupakan langkah pionir di wilayah Lamongan dalam menjembatani jarak antara rumah sakit dan masyarakat.
"Ini adalah gerakan luar biasa, di mana pasien tidak hanya diobati lalu dipulangkan, tapi dilatih agar benar-benar siap kembali ke tengah masyarakat," tegas Ipda Purnomo.
Program Mentari Pagi merupakan wujud kolaborasi nyata antara:
- RS Muhammadiyah Lamongan (Layanan Medis)
- Lazismu (Dukungan Filantropi)
- Yayasan Berkas Bersinar Abadi (Pendampingan Sosial)
- Ajakan bagi Masyarakat
- Masyarakat Lamongan yang memiliki anggota keluarga dengan gangguan jiwa diimbau untuk tidak ragu membuka diri dan memanfaatkan fasilitas ini.
Melalui pendampingan yang tepat, para penyintas diharapkan dapat memutus stigma negatif dan membuktikan bahwa mereka mampu hidup sehat, mandiri, dan berdaya.
Bersama RS Muhammadiyah Lamongan dan sinergi berbagai pihak, hari esok yang lebih cerah bagi para penyintas gangguan jiwa kini bukan sekadar harapan, melainkan langkah nyata yang sedang diwujudkan.
Reporter: (Tim Redaks Barometer Investasi News)

0 Comments