LAMONGAN, BIN.ID – Suasana duka menyelimuti Dusun Kemlagi, Desa Bulumargi, Kecamatan Babat, Kabupaten Lamongan. Sebuah peristiwa memilukan terjadi pada Senin (06/04/2026), ketika seorang pria berinisial AP (40) ditemukan meninggal dunia akibat gantung diri di dapur rumahnya. Ironisnya, korban ditemukan tepat sesaat setelah sang ibu pulang membawakan serabi pesanannya.
Kronologi kejadian, Peristiwa bermula sekitar pukul 12.00 WIB. Ibu korban, Unistik (59), berpamitan untuk mengurus administrasi BPJS. Sebelum berangkat, ia masih sempat melihat putranya berada di pertigaan dekat rumah. Dalam perjalanan pulang, kasih sayang seorang ibu terpancar saat ia menyempatkan diri mampir membeli serabi, teringat akan permintaan AP sebelumnya. Namun, kegembiraan Unistik membawa buah tangan tersebut berubah menjadi histeris.
Setibanya di rumah sekitar pukul 14.00 WIB, ia mencari korban ke seluruh ruangan untuk memberikan serabi hangat tersebut. Saat membuka pintu samping arah dapur, ia justru mendapati putranya sudah dalam posisi tergantung pada kayu usuk rangka atap menggunakan kain jarik.
Respon Cepat Petugas
Mendengar teriakan histeris saksi, warga sekitar langsung berdatangan dan melapor ke pihak kepolisian. Kapolsek Babat, Kompol Chakim Amrullah, S.H., M.H., bersama Unit Reskrim dan tim medis Puskesmas Moropelang segera tiba di lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dari hasil identifikasi, petugas mengamankan barang bukti berupa kain jarik cokelat dan sebuah termos plastik yang diduga kuat digunakan korban sebagai pijakan untuk mengakhiri hidupnya.
Hasil Pemeriksaan Medis dan Latar Belakang Korban
Kapolsek Babat mengonfirmasi bahwa berdasarkan pemeriksaan luar oleh tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis, dipastikan bahwa korban meninggal murni akibat gantung diri. Keterangan dari pihak keluarga juga mengonfirmasi bahwa korban selama ini sedang dalam kondisi gangguan jiwa," ujar Kompol Chakim Amrullah.
Penyelesaian Secara Kekeluargaan
Pihak keluarga menyatakan telah menerima kejadian ini sebagai musibah murni. Mereka menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak menuntut pihak manapun di kemudian hari.
Setelah proses evakuasi selesai, jenazah AP langsung diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan di pemakaman umum Desa Bulumargi. Tragedi ini menjadi pengingat pedih bagi warga setempat tentang pentingnya pengawasan dan dukungan bagi anggota keluarga yang memiliki riwayat gangguan kesehatan mental.
( Bed)

0 Comments