Lamongan - Federasi Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Kabupaten Lamongan sukses mencatatkan prestasi membanggakan melalui atlet mudanya,
Rangga Kafabi Ghofur. Tampil sebagai pendatang baru, Rangga berhasil membawa pulang medali perak di nomor bergengsi C1 (Canoe) kategori usia 18 tahun.
Kejutan Sang Atlet Muda
Meski baru berusia 15 tahun, Rangga menunjukkan mental baja saat bersaing di kelas usia yang lebih senior (U-18). Ia berhasil melaju ke babak final setelah menumbangkan deretan atlet tangguh dari berbagai kabupaten dalam babak penyisihan dan semifinal yang sengit.
Keberhasilan ini menjadi angin segar bagi dunia olahraga Lamongan, mengingat status tim yang masih tergolong baru dalam peta persaingan dayung regional.
Ketua PODSI Lamongan, M. Lutfi Ludianto, memberikan apresiasi tinggi atas perjuangan keras para atletnya di lintasan air.
"Kami sangat bangga dengan pencapaian Rangga. Ini adalah bukti bahwa potensi atlet muda kita tidak bisa dipandang sebelah mata. Medali perak ini adalah awal yang sangat baik untuk memacu semangat atlet-atlet lain di Lamongan," ujar Lutfi.
Namun, hasil berbeda harus diterima pada kategori TBR (Traditional Boat Race) usia 18. Langkah tim Lamongan terhenti di babak semifinal setelah harus mengakui keunggulan tim dari Kota dan Kabupaten Mojokerto yang tampil dominan.
Pelatih Podsi Lamongan bersikap realistis menanggapi hasil keseluruhan turnamen. Ia mengakui bahwa jam terbang dan pemahaman regulasi menjadi faktor pembeda di lapangan.
"Kita harus jujur bahwa tim lawan memang lebih hebat dan berpengalaman. Sebagai pendatang baru, kami masih awam dalam atmosfer kejuaraan resmi dan terus terang kami masih 'buta' mengenai detail aturan main di kompetisi formal," ungkap sang pelatih muda tersebut dengan rendah hati.
Meski demikian, kekalahan di nomor TBR tidak menyurutkan semangat tim. Pihak pelatih menegaskan bahwa ajang ini merupakan sekolah berharga bagi perkembangan tim ke depan.
"Kedepan kita akan belajar banyak. Pengalaman ini adalah guru terbaik agar kita bisa mempersiapkan diri lebih matang, baik dari segi teknik maupun pemahaman regulasi kompetisi," pungkasnya.
( Bed)

0 Comments