BOJONEGORO, BIN.ID – Kisah pilu Suraten, seorang pria yang bertahan hidup selama dua dekade di area pemakaman Desa Kalong, Kecamatan Ngasem, akhirnya menemui titik terang. Hari ini, Ipda Purnomo, polisi yang dikenal dengan aksi kemanusiannya, turun langsung melakukan evakuasi untuk memanusiakan kembali sosok yang telantar tersebut.
Langkah ini diambil setelah kondisi Suraten yang memprihatinkan memicu keprihatinan publik. Tinggal di tempat yang sangat tidak layak selama hampir 20 tahun, Suraten kini dibawa menuju Yayasan Berkas Bersinar Abadi di Desa Nguwok, Kecamatan Modo, Lamongan, untuk mendapatkan perawatan komprehensif.
Upaya Rehabilitasi dan Pemulihan
Di bawah naungan yayasan milik Ipda Purnomo, Suraten tidak hanya akan mendapatkan tempat bernaung, tetapi juga program pemulihan yang terukur:
- Rehabilitasi Mental: Pendampingan psikis intensif oleh tim relawan untuk memulihkan trauma dan kondisi kejiwaannya.
- Pemulihan Fisik: Perawatan kebersihan diri (sanitasi), pemenuhan nutrisi yang layak, serta pemeriksaan medis menyeluruh.
- Integrasi Sosial: Pemberian lingkungan tinggal yang bersih dan suportif agar ia bisa merasakan kembali interaksi kemanusiaan yang hangat.
Saatnya merasakan kehangatan rumah, Ipda Purnomo menegaskan bahwa evakuasi ini bukan sekadar pemindahan lokasi, melainkan bentuk komitmen moral untuk memastikan tidak ada warga yang terabaikan, terutama mereka yang menderita gangguan jiwa (ODGJ).
"Kami membawa Pak Suraten ke Modo agar beliau bisa istirahat dengan layak. Setelah dua puluh tahun bertahan di makam, saatnya beliau merasakan kembali kehangatan rumah dan perawatan yang semestinya," ujar Ipda Purnomo dengan penuh empati.
Aksi kemanusiaan ini berjalan lancar dengan dukungan penuh dari perangkat desa setempat. Evakuasi ini diharapkan menjadi titik balik bagi Suraten untuk mendapatkan kehidupan yang lebih bermartabat di sisa usianya.
( Bed)

0 Comments