Breaking News

Tradisi Lebaran di Bengawan Jero: Perahu Jadi Primadona Jalur Silaturahmi

LAMONGAN, BIN.ID  – Suasana Hari Raya Idulfitri di kawasan Bengawan Jero, tepatnya di Desa Bojoasri, Kecamatan Kalitengah dan Desa Ketapangtelu, Kecamatan Karangbinangun, tampak berbeda dibandingkan wilayah perkotaan.

Alih-alih deru mesin motor yang memenuhi jalanan, suara mesin perahu justru mendominasi sebagai alat transportasi utama warga untuk bersilaturahmi.

Kondisi geografis yang masih tergenang air serta akses jalan darat yang menantang membuat warga lebih memilih jalur air. Bagi warga setempat, menaiki perahu bukan sekadar tradisi, melainkan pilihan paling logis demi keamanan dan kenyamanan. Selasa (24/03/2026)

Lebih Aman dari Jalur Darat yang Licin

Salah satu warga, Jainuri, mengungkapkan bahwa penggunaan armada perahu saat ini jauh lebih efektif dibandingkan memaksakan diri menggunakan kendaraan bermotor melalui jalan darat yang kondisinya memprihatinkan.

"Transportasi paling aman ya perahu ini, Mas," ujar Salah satu warga, Jainur kepada Barometer Investasi News

Kalau menggunakan kendaraan (motor), jalan masih sangat licin. Kemarin sudah banyak para pemudik yang mau bersilaturahmi malah terpeleset karena kondisi jalan," kata Jainuri saat ditemui di dermaga tradisional Desa Bojoasri.

Kenyamanan di tengah genangan, meski harus merogoh kocek untuk jasa penyeberangan atau menyewa perahu, warga merasa lebih tenang.

Selain menghindari risiko jatuh, perahu mampu mengangkut rombongan keluarga sekaligus dalam satu kali perjalanan, menghubungkan antar desa seperti Bojoasri dan Ketapangtelu dengan waktu tempuh yang relatif singkat.

Fenomena ini menjadi pemandangan unik setiap musim lebaran tiba di wilayah Lamongan utara. Meski akses darat sulit dilalui, semangat silaturahmi warga tidak surut berkat keberadaan perahu-perahu yang setia menjadi "nadi" penghubung antar desa.

( Bed)

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa