Breaking News

Tegakkan Standar Gizi, Presiden Prabowo Bekukan Sementara 1.030 Dapur Program Makan Bergizi Gratis

HAMBALANG,  BIN.ID  – Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dalam mengawal kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Sebanyak 1.030 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh Indonesia resmi diberhentikan sementara (suspend) akibat tidak memenuhi standar pelayanan, kebersihan, dan keamanan pangan yang telah ditetapkan.

​Evaluasi Berbasis Fakta, Bukan Sekadar Laporan
​Keputusan ini diambil setelah Presiden melakukan pengecekan langsung dan menerima berbagai masukan serta kritik dari lapangan. Presiden menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah penghentian program, melainkan bentuk evaluasi total demi menjamin kualitas asupan bagi generasi penerus bangsa.

​”Laporan yang hanya bagus-bagus itu budaya yang tidak baik. Kita harus berani menghadapi realitas,” tegas Presiden Prabowo dalam sesi tanya jawab di kediamannya, Hambalang, Bogor, Kamis (19/3).

​Presiden mengungkapkan bahwa pengawasan ketat dilakukan secara rutin melalui inspeksi mendadak (sidak). “Saya kirim orang-orang saya untuk mengecek. Dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu. Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Ibu Nanik, sangat disiplin melakukan sidak terus-menerus,” tambahnya.

​Sertifikasi Ketat sebagai Syarat Mutlak Untuk meningkatkan standar operasional, pemerintah kini menerapkan sistem Sertifikasi Keamanan dan Kebersihan yang wajib dimiliki oleh setiap pengelola dapur MBG. 

Kriteria yang diperiksa meliputi:

  • ​Kualitas Air: Sumber air harus aman dan melalui proses pemasakan yang benar.
  • ​Kebersihan Peralatan: Standar kelayakan wadah makanan (ompreng) dan alat masak.
  • ​Keamanan Pangan: Proses pengolahan yang higienis dan kandungan gizi yang terjaga.
  • ​Dapur yang telah di-suspend hanya diperbolehkan beroperasi kembali jika telah melakukan perbaikan menyeluruh dan lolos uji sertifikasi ulang.

​Transparansi dan Pengawasan Publik

​Pemerintah secara terbuka mengundang masyarakat, pihak sekolah, hingga orang tua murid untuk ikut serta dalam mengawasi jalannya program ini. Masyarakat diberikan akses untuk memantau langsung kondisi dapur dan melaporkan jika ditemukan ketidaksesuaian di lapangan.

​”Siapapun boleh cek. Kepala sekolah, orang tua, masyarakat sekitar boleh masuk dan komplain,” pungkas Presiden Prabowo, menekankan pentingnya transparansi dalam tata kelola program nasional ini.

Polri Imbau Masyarakat Waspadai Lonjakan Arus Balik dan Manfaatkan WFA Pasca Idul Fitri 1447 H. Melalui penguatan pengawasan dan standarisasi ini, pemerintah berkomitmen memastikan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan negara benar-benar memberikan manfaat nyata bagi peningkatan gizi anak-anak Indonesia.

( Bed)

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa