LAMONGAN, BIN.ID – Mengusung semangat "Ramadhan Is Love", Badan Otonom (Banom) Nahdlatul Ulama Majelis Wakil Cabang (MWC) Karangbinangun menggelar rangkaian kegiatan positif sepanjang bulan suci Ramadhan 1447 H. Bertempat di halaman Gedung MWC NU setempat. Sabtu (07/03/2026),
Acara ini tidak hanya menyasar sisi spiritual, tetapi juga memberikan edukasi krusial mengenai ancaman Judi Online (Judol) dan Pinjaman Online (Pinjol).
Acara yang melibatkan sinergi dari IPNU, IPPNU, Ansor, Fatayat, hingga Muslimat NU ini diisi dengan berbagai agenda, mulai dari pembagian takjil kepada masyarakat, kajian kitab kuning, hingga diskusi publik yang menarik antusiasme tinggi dari warga sekitar.
Mata Rantai Setan: Judol Pintu Masuk Pinjol
Hadir sebagai pemateri, M. Lutfi Ludianto, CEO PT Sining Nusantara Raya (SNR), memaparkan kaitan erat antara perjudian digital dengan jeratan utang online. Menurutnya, mayoritas korban pinjol berawal dari upaya mencari modal atau menutupi kekalahan di meja judi online."Jauhi judi online. Itu adalah pintu masuk utama seseorang terjebak pinjol.
Sekali terjebak, seseorang akan masuk ke lingkaran setan yang sulit diputus karena pola 'gali lubang tutup lubang' dengan tawaran aplikasi lain yang bunganya mencekik," jelas pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum PODSI Lamongan tersebut.
Ancaman Terhadap Bantuan Sosial Pemerintah
Selain beban finansial, Lutfi memberikan peringatan keras mengenai dampak administratif bagi para korban. Data pribadi yang sudah tercatat dalam sistem Judol maupun Pinjol ilegal dapat berimbas pada akses bantuan pemerintah bagi keluarga yang bersangkutan.
"Jika data terdeteksi terlibat dalam aktivitas tersebut, hal ini bisa berakibat pada diskualifikasi atau hambatan dalam menerima bantuan pemerintah seperti PKH (Program Keluarga Harapan), BPNT, dan bantuan sosial lainnya," tegas Lutfi. Ia juga menambahkan bahwa PT SNR kini hadir untuk memberikan pendampingan bagi masyarakat yang telah terlanjur menjadi korban.
Refleksi dan Edukasi di Bulan Suci
Ketua Pelaksana Kegiatan, Faturahman, menyampaikan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang ditutup dengan buka puasa bersama tersebut. Ia berharap kegiatan ini mampu memberikan dampak nyata melampaui sekadar seremoni Ramadhan.
"Alhamdulillah, mulai dari bagi takjil hingga diskusi berlangsung sukses. Kami ingin menjadikan Ramadhan tahun ini sebagai momentum edukasi sekaligus introspeksi diri bagi setiap individu muslim agar lebih waspada terhadap tantangan zaman," pungkas Fatur.
Melalui kegiatan ini, MWC NU Karangbinangun berharap masyarakat tidak hanya kenyang secara spiritual, tetapi juga cerdas secara finansial dan terlindungi dari bahaya digital yang merusak tatanan keluarga.
( Bed)

0 Comments