Breaking News

Pengorbanan Tak Terperi: Siswa di Sugio Jual Ponsel Demi Obati Ibu, Ipda Purnomo Tergerak Beri Santunan

LAMONGAN,  BIN.ID  – Di tengah gempita persiapan Idul Fitri 2026, sebuah kisah haru menyelimuti Dusun Malo, Desa Pangkatrejo, Kecamatan Sugio. Muhammad Haikal Fikri Hikmah Ramadhan, seorang remaja setempat, harus merelakan satu-satunya harta berharganya demi bakti terakhir kepada sang ibu.

Ponsel Sekolah Dijual demi Biaya Rumah Sakit
Keterbatasan ekonomi keluarga tak menghalangi niat mulia Haikal. Mengetahui sang ibu harus menjalani opname dan perawatan intensif, Haikal dengan ikhlas menjual telepon genggam (HP) miliknya. Padahal, perangkat tersebut adalah sarana utamanya untuk menuntut ilmu di sekolah.

Ayah Haikal, yang sehari-hari bekerja sebagai kuli bangunan dan tidak memiliki lahan tani, terus berjuang di tengah himpitan ekonomi prasejahtera. Namun sayang, meski segala upaya dan pengorbanan telah dilakukan, takdir berkata lain. Sang ibu mengembuskan napas terakhirnya, meninggalkan Haikal yang kini harus melewati momen lebaran tanpa pelukan hangat orang tua tercinta.

Respons Cepat Yayasan Berkas Bersinar Abadi
Mendengar kabar duka dan perjuangan luar biasa remaja tersebut, Yayasan Berkas Bersinar Abadi melalui program santunan yatim piatu segera turun ke lapangan. Ketua Yayasan, Ipda Purnomo, memberikan apresiasi tinggi atas keteguhan hati Haikal.

"Ini adalah bentuk bakti yang luar biasa. Insyaallah, jika donasi dari program penjual rongsokan yang sedang kami galang mencapai target di atas 10 juta rupiah, saya pribadi akan mengalokasikan 2 juta rupiah untuk membelikan kembali HP bagi Adik Haikal," ujar Ipda Purnomo penuh empati.

Pemberian ponsel baru ini diharapkan dapat menggantikan alat belajar Haikal yang hilang sekaligus menjadi penyemangat pasca-kepergian sang ibu.

Sinergi Relawan untuk Kemanusiaan

Ipda Purnomo menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh relawan Yayasan Berkas Bersinar Abadi yang terus bergerak menyisir warga yang membutuhkan di wilayah Lamongan. Sinergi kolektif ini diharapkan mampu menjadi lentera bagi anak-anak yatim piatu lainnya yang tengah berjuang di tengah keterbatasan.

Kini, meski langkah Haikal terasa lebih berat tanpa kehadiran ibunda, dukungan dari para dermawan dan relawan menjadi bukti bahwa ia tidak sendirian dalam meraih cita-citanya.

( Bed)

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa