PROBOLINGGO, BIN.ID – Sebuah peristiwa memilukan datang dari pedalaman hutan di Probolinggo, Jawa Timur. Seorang pemuda yang identitasnya diketahui bernama Bambang, ditemukan dalam kondisi memprihatinkan setelah diduga menjalani pemasungan selama kurang lebih 20 tahun. Mirisnya, pemuda tersebut dibiarkan tanpa busana di tengah hutan dengan kaki terikat rantai besi. Sabtu ( 28/03/2026).
Aksi evakuasi ini dipimpin langsung oleh IPDA Purnomo, seorang relawan kemanusiaan sekaligus anggota kepolisian yang aktif dalam penanganan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Proses evakuasi yang berlangsung di tengah hujan deras ini sempat diwarnai suasana haru dan perdebatan alot dengan pihak keluarga.
Kondisi yang Memprihatinkan. Ipda Purnomo menunjukkan lokasi pemasungan yang jauh dari pemukiman penduduk .
Korban ditemukan dalam kondisi tanpa pakaian, terpapar panas dan hujan setiap harinya hanya dengan atap seadanya.
"Dosa jika dibiarkan seperti ini. Dia telanjang, kehujanan, bagaimana jika digigit ular?" ujar Pak Purnomo saat berusaha memberikan pengertian kepada ibu korban .
Perdebatan dengan Keluarga
Ibu korban, Sumaria, awalnya sempat ragu dan berat hati untuk melepas anaknya dibawa berobat karena kendala biaya dan rasa takut akan nasib anaknya di tempat baru.
Namun, IPDA Purnomo meyakinkan bahwa seluruh biaya perawatan, makan, hingga transportasi keluarga jika ingin menjenguk akan ditanggung sepenuhnya secara gratis.
Pak Purnomo memberikan edukasi bahwa merawat anak bukan dengan cara mengikatnya di tengah hutan, melainkan dengan memberikan pengobatan yang layak agar bisa kembali beribadah dan bersosialisasi.
Janji Hadiah Umrah
Sebagai bentuk keseriusan dan rasa syukur jika keluarga mengizinkan pengobatan, Pak Purnomo memberikan janji yang mengejutkan. Ia berjanji akan memberangkatkan Ibu Sumaria untuk ibadah Umrah jika anaknya berhasil dirawat hingga stabil dan sehat kembali .
"Jika anak ibu sehat, saya panjang umur, insyaallah ibu saya berangkatkan Umrah," ucapnya yang disambut tangis haru oleh keluarga
Evakuasi Menuju Kesembuhan
Setelah melalui pendekatan yang persuasif, pihak keluarga akhirnya mengizinkan Bambang untuk dibawa ke yayasan milik Pak Purnomo di Lamongan. Di sana, Bambang akan mendapatkan perawatan medis, pengecekan kesehatan oleh dokter, serta bimbingan keagamaan bersama ratusan pasien lainnya yang sedang menjalani pemulihan.
Kasus ini kembali mengingatkan masyarakat akan pentingnya penanganan medis bagi penderita gangguan jiwa daripada melakukan pemasungan yang melanggar hak asasi manusia.
( Bed)

0 Comments