Breaking News

Memanusiakan Manusia, Pak Purnomo Bebaskan Pemuda Terpasung di Lamongan, Tanggung Biaya Hingga Sembuh

LAMONGAN,  BIN.ID – Kabar sejuk datang dari Desa Karanglangit, Kabupaten Lamongan. Di tengah hiruk-pikuk dunia, aksi kemanusiaan tanpa pamrih ditunjukkan oleh Pak Purnomo, sosok polisi yang dikenal dengan dedikasi sosialnya. Pada Rabu (25/3), ia secara langsung mengevakuasi seorang pemuda yang selama ini hidup dalam belenggu rantai (pasung).

Penjemputan ini, bukan sekadar tugas, melainkan sebuah misi penyelamatan martabat. Pemuda asal Karanglangit tersebut terpaksa dipasung oleh pihak keluarga karena gangguan kesehatan mental yang dialaminya. Namun, hari ini belenggu itu resmi dilepaskan.

Dengan pendekatan yang sangat humanis, Pak Purnomo menenangkan pemuda tersebut sebelum mengevakuasinya ke fasilitas kesehatan. Tak ada paksaan, yang ada hanyalah pelukan hangat dan janji akan masa depan yang lebih baik.

Dalam hal ini, seluruh biaya digratiskan Poin yang paling menyentuh hati masyarakat adalah pernyataan tegas Pak Purnomo mengenai urusan finansial. Sadar bahwa beban ekonomi seringkali menjadi alasan keluarga melakukan pemasungan, ia mengambil alih seluruh tanggung jawab tersebut.

"Kami hadir untuk membantu saudara kita agar bisa kembali sehat dan hidup layak. Seluruh biaya pengobatannya kami gratiskan. Yang terpenting pasien segera mendapat penanganan tepat dan rantai ini bisa lepas selamanya," ujar Pak Purnomo dengan tulus.

Langkah nyata ini mendapat apresiasi luar biasa dari warga dan pemerintah desa setempat. Aksi Pak Purnomo menjadi pengingat keras bagi publik bahwa Penyakit mental bukan aib: Mereka butuh pengobatan, bukan pengasingan.

Pemasungan harus dihentikan: Praktik ini melanggar hak asasi dan hanya memperburuk kondisi pasien.
Kepedulian adalah kunci: Satu tindakan nyata dapat menyelamatkan satu nyawa.

Saat ini, pemuda tersebut sudah dalam penanganan tim medis profesional dan akan menjalani masa rehabilitasi intensif. Harapannya sederhana namun bermakna: melihatnya kembali tersenyum dan beraktivitas normal di tengah masyarakat tanpa bayang-bayang rantai di kakinya.

( Bed)

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa