LAMONGAN, BIN.ID – Sebuah momen menyentuh terjadi di pinggir jalan raya wilayah Lamongan siang tadi. Dua orang pria lanjut usia, Mbah Sukadi (54) asal Jombang dan Mbah Lasirin (58) asal Bluluk, ditemukan dalam kondisi sangat keletihan sambil memanggul tas beban di pundak mereka.
Pertemuan yang semula dikira sebagai perjumpaan biasa dengan warga lokal, ternyata menyimpan cerita perjuangan hidup yang menggetarkan hati. Kedua kakek tersebut kedapatan sedang menahan lapar yang luar biasa setelah menempuh perjalanan jauh, sementara beberapa warung nasi yang mereka datangi sudah habis terjual.
Melihat kondisi tersebut, seorang anggota kepolisian yang melintas segera mengajak keduanya mencari tempat makan yang masih tersedia. Sambil menikmati santapan dengan lahap, terungkaplah sebuah narasi perjuangan: di usia yang sudah tidak lagi muda, keduanya berniat merantau ke Kalimantan Tengah untuk mengadu nasib sebagai buruh perkebunan sawit.
Gagal Berangkat karena Tiket Habis
Sebelumnya, pada pagi hari yang sama, keduanya telah berupaya mendatangi Bandara Internasional Juanda dengan harapan bisa langsung membeli tiket pesawat. Namun sayang, kenyataan tak sesuai harapan; seluruh tiket menuju Kalimantan telah habis terjual.
Dengan sisa tenaga yang ada, kedua lansia ini terpaksa putar balik dan merencanakan keberangkatan ulang pada 7 April 2026 mendatang. Rasa iba tak terbendung membayangkan fisik mereka yang mulai senja harus menghadapi kerasnya pekerjaan di tanah perantauan.
Kepulangan yang Terjaga
Guna memastikan keselamatan mereka, bantuan pun diberikan untuk mengantarkan keduanya pulang ke kediaman masing-masing. Mbah Sukadi dibantu hingga naik bus menuju Jombang, sementara Mbah Lasirin diantarkan langsung sampai ke pertigaan Modo untuk kemudian dijemput oleh pihak keluarga.
"Teriring doa tulus, semoga Allah SWT dan kedua kakek tersebut memaafkan jika ada salah sangka dalam hati saya. Saya hanya berharap, ke mana pun langkah kaki mereka membawa pergi, kesehatan dan keselamatan selalu menyertai kedua orang tua yang luar biasa tangguh ini," ujar sosok yang membantu mereka dengan penuh empati.
Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua akan besarnya perjuangan seorang ayah dan kepala keluarga dalam mencari nafkah, meski usia sudah mulai memakan raga.
@Purnomo Belajar Baikk
( Bed)

0 Comments