Breaking News

Waspadai Penipuan Dimedia Sosial: Kisah Pemuda Terlantar di Lamongan

LAMONGAN,  BIN.ID  -  Seorang pemuda bernama Mas Agus (23 tahun), warga Kecamatan Kragan, Kabupaten Rembang, yang berniat mencari pekerjaan di Kota Gresik, mengalami kesulitan dan akhirnya terlantar di wilayah Lamongan. 

Peristiwa ini ditemukan oleh Ipda Purnomo, anggota Polisi Kepolisian Resor (Polres) Lamongan yang sedang melakukan patroli rutin di sekitar kawasan perlintasan kereta api Desa Sukomoro, Kecamatan Lamongan.

Menurut keterangan langsung dari Mas Agus, ia berangkat dari Rembang pada hari Senin (14/2) lalu dengan membawa sedikit bekal dan harapan tinggi untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Ia bertemu dengan, seseorang teman yang dikenal melalui platform media sosial sekitar tiga bulan yang lalu, temanya sebelumnya telah menjamin akan menyediakan pekerjaan sebagai buruh pabrik di kawasan industri Gresik dengan upah yang cukup kompetitif.

Setelah hampir tiga hari berada di Gresik dan tinggal di tempat kontrakan yang disewakan temanya, pekerjaan yang dijanjikan tidak kunjung terlaksana. Bahkan, pada hari Rabu (16/2) pagi, temanya mengajak Mas Agus untuk bekerja sebagai pengamen di berbagai titik lampu merah dan kawasan ramai di Kota Gresik dengan alasan pekerjaan pabrik baru akan dibuka beberapa minggu lagi.

“Sayapun merasa kecewa dan tidak bersedia untuk mengikuti ajakan itu, karena saya datang kesini dengan tujuan mencari pekerjaan yang layak, bukan untuk mengamen,” ujar Mas Agus dengan suara penuh emosi saat ditemui di tempat kejadian.

Tidak bersedia untuk mengikuti ajakan tersebut, Mas Agus memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya. Namun, saat ingin berangkat, uang yang dibawanya telah habis untuk biaya makan dan transportasi selama tiga hari di Gresik, dan temanya juga tidak mau memberikan bantuan apapun. Akibatnya, ia terpaksa berjalan kaki dari Gresik menuju arah Rembang dan akhirnya sampai di kawasan perlintasan kereta api Lamongan pada pagi hari ini.

“Saat saya melihatnya duduk di tepi jalan dengan wajah lesu dan membawa tas kecil saja, saya langsung mendekatinya untuk menanyakan kondisi. Setelah mengetahui kronologis kejadian, saya segera membawanya ke warung dekat situ untuk makan terlebih dahulu, kemudian menghubungi pihak terminal untuk membantu naik bus jurusan Gresik-Rembang,” jelas Ipda Purnomo.

Ipda Purnomo juga mengingatkan kepada masyarakat, terutama para pemuda yang ingin mencari pekerjaan di luar daerah, untuk lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan melalui media sosial. 

“Hindari mempercayai janji pekerjaan yang tidak jelas tanpa melakukan verifikasi terlebih dahulu. Jika perlu, hubungi dinas tenaga kerja setempat atau pihak kepolisian untuk mendapatkan informasi pekerjaan yang benar dan terpercaya,” tambahnya.

( BED)

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa