Breaking News

Momen Haru di Sidoarjo, Penantian Maaf di Ujung Perjalanan Panjang Tegal-Sidoarjo

SIDOARJO,  BIN.ID – Sebuah kisah kemanusiaan yang menyentuh hati terjadi di awal bulan suci Ramadan tahun ini. Perjalanan melelahkan Mbak Septiana, anaknya yang bernama Tian, dan suaminya, Mas Agus, yang berjalan kaki dari Tegal menuju Sidoarjo berakhir dengan isak tangis bahagia dan rekonsiliasi keluarga.

Keluarga kecil ini sempat menarik perhatian saat terlihat berjalan kaki tanpa henti di kawasan Lamongan.Seorang warga yang peduli akhirnya menghampiri dan mengajak mereka beristirahat di pinggir jalan dekat SPBU Pandan Pancur, Lamongan. Dari sinilah, sebuah misi mulia untuk menyatukan kembali keluarga yang sempat retak dimulai.

Mediasi dari Hati ke Hati Setibanya di rumah orang tua Septiana di Sidoarjo, suasana sempat tegang. Sang ayah kandung pada awalnya enggan memberikan maaf kepada putrinya. Namun, melalui pendekatan personal dan dialog dari hati ke hati yang dilakukan oleh sang penolong, dinding ego itu akhirnya runtuh.

Suasana berubah haru saat sang ayah akhirnya luluh, membuka lengan, dan memeluk erat anaknya. Momen pelukan hangat dan kata maaf yang terucap menjadi puncak dari perjalanan panjang fisik dan batin yang dialami Septiana. Wujud Bakti dan Teladan Almarhum Ayah

Aksi sosial ini ternyata didasari oleh niat tulus sang penolong untuk mengenang almarhum ayahnya. Ia mengaku teringat akan keteladanan dan akhlak yang diajarkan sang ayah semasa hidup.

"Tak terasa air mata saya menetes melihat seorang bapak memeluk anaknya. Ini mengingatkan saya pada kebaikan almarhum bapak saya," ungkapnya saat menceritakan momen tersebut.

Bantuan Modal dan Tebus Motor sebagai bentuk dukungan nyata untuk masa depan keluarga Septiana, sang penolong juga memenuhi janjinya dengan menyerahkan bantuan sebesar Rp5.000.000. 

Uang tersebut dialokasikan untuk penebusan sepeda motor yang sebelumnya sempat digadaikan. Modal usaha agar keluarga tersebut bisa mandiri secara ekonomi.
Biaya pendidikan anak Septiana serta biaya perawatan orang tuanya.

Aksi ini menjadi pengingat bahwa di balik kesulitan hidup, selalu ada tangan-tangan baik yang siap membantu, terutama di bulan penuh berkah ini. Kini, Septiana tidak hanya pulang membawa maaf, tetapi juga harapan baru untuk menata hidup yang lebih baik bersama keluarganya.

( Bed)

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa