Breaking News

Kisah Haru, Ipda Purnomo Tolong Ibu dan Anak yang Terlantar di Jalur Pantura

LAMONGAN, BIN.ID – Di tengah teriknya matahari awal bulan Ramadan, sebuah aksi kemanusiaan terjadi di jalur Pantura, tepatnya di sekitar SPBU Pandan Pancur, Lamongan. Pak Purnomo, seorang pria yang dikenal peduli sesama, menemukan satu keluarga yang nekat berjalan kaki dari Tegal menuju Sidoarjo.

Keluarga tersebut terdiri dari Septiana dan anaknya yang masih kecil, Tian. Mereka terpaksa menempuh perjalanan ratusan kilometer dengan berjalan kaki demi sebuah harapan: menyekolahkan Tian ke pondok pesantren meskipun tidak memiliki biaya sepeser pun.

Terhimpit Masalah Keluarga dan Ekonomi Perjalanan nekat ini bermula dari pelarian Septiana tiga bulan lalu. Ia meninggalkan rumah orang tuanya di Sidoarjo dengan membawa sepeda motor milik orang tuanya yang kemudian digadaikan untuk biaya merantau ke Jawa Tengah.

Situasi makin pelik karena Septiana mengalami keretakan hubungan dengan keluarga akibat keputusan menikah siri tanpa restu, saat suami pertamanya harus berurusan dengan hukum. Selama di perantauan, mereka hidup berpindah-pindah hingga akhirnya memutuskan untuk pulang demi masa depan sang anak.

"Saya tidak berani pulang karena ada masalah dengan orang tua, tapi saya ingin anak saya masuk pesantren," ungkap Septiana saat beristirahat di pinggir jalan.

Bantuan dan Kesempatan Kedua Melihat kondisi ibu dan anak yang kelelahan tersebut, Pak Purnomo tidak hanya memberikan tumpangan. Ia berkomitmen untuk memberikan solusi menyeluruh bagi permasalahan yang dihadapi Septiana.

Bentuk bantuan yang diberikan yaitu mengantarkan Septiana dan Tian langsung sampai ke rumah di Sidoarjo. Ipda Purnomo bersedia menebus sepeda motor orang tua Septiana yang telah digadaikan, Pemberian modal sebesar Rp5.000.000 untuk memulai lembaran baru.

Syarat Rekonsiliasi Namun, bantuan tersebut diberikan dengan syarat yang tegas namun mendidik. Septiana harus meminta maaf secara tulus kepada kedua orang tuanya dan berjanji akan membuka usaha secara mandiri demi memenuhi kebutuhan hidup serta biaya sekolah anaknya di masa depan.

Aksi Pak Purnomo ini menjadi pengingat di bulan suci bahwa selalu ada jalan keluar bagi mereka yang mau berusaha, serta pentingnya restu orang tua dalam menjalani kehidupan.

( Bed)

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa