LAMONGAN, BIN.ID - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Lamongan (FEB UNISLA) dalam rangkaian disnatalis UNISLA ke 25 menggelar kegiatan green and Sosio-Ecopreneurship Entrepreneurship yang berlangsung di Tuwung Cafe dan Pantai Tunggul, Desa Tunggul, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.
Dalam sambutannya Drs. H. Moh. Yasin mengapresiasi kepercayaan UNISLA menjadikan desanya sebagai mitra pembangunan berdampak. Kamis ( 07/08/2025)
Dr. Nurul Badriyah, SE., MPd.,M.M. selaku Wakil Rektor II UNISLA yang menegaskan komitmen kampus dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Dalam kesempatan yang sama, Umar Buwang, S.H., dari Fraksi PDIP Komisi C yang membidangi lingkungan hidup, yang turut mendukung langkah UNISLA dalam mendorong kolaborasi lintas sektor untuk kawasan pesisir yang tangguh dan hijau.
"Keberhasilan pembangunan tidak dapat terlepas dari peran dunia pendidikan. Kolaborasi seperti ini, merupakan bentuk konkret dari tridarma perguruan tinggi yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat,"
Oleh karena itu, saya mengajak agar para pemuda desa dan mahasiswa tidak ragu untuk terlibat aktif menjadi agen perubahan, apalagi mengingat tantangan perubahan iklim dan degradasi lingkungan yang semakin nyata di wilayah pesisir Lamongan," pungkas politikus muda tersebut.
Dr. H. Abid Muhtarom, S.E., S.Pd., M.S.E.selaku Dekan FEB Universitas Islam Lamongan (UNISLA) menyatakan
salah satu keunikan dari Pantai Tunggul adalah keberadaan kawasan konservasi mangrove yang masih alami dan potensial untuk dikembangkan sebagai laboratorium alam terbuka.
"Oleh karena itu, UNISLA juga akan menjadikan kawasan ini sebagai bagian dari kegiatan pembelajaran berbasis lapangan (field learning) bagi mahasiswa. Mahasiswa tidak hanya belajar di kelas, tetapi juga terjun langsung ke lapangan, memahami realitas masyarakat, merumuskan solusi, dan berinovasi dengan pendekatan interdisipliner. Hal ini sejalan dengan misi UNISLA sebagai kampus berdampak yang memadukan nilai-nilai akademik, sosial, spiritual, dan ekologis," tuturnya
Ia menjelaskan, kegiatan ini menjadi ajang sinergi antara ilmu ekonomi, kewirausahaan, dan konservasi lingkungan. Para mahasiswa dan dosen FEB UNISLA yang hadir dalam kegiatan ini juga melakukan diskusi dan observasi untuk merancang program lanjutan seperti pelatihan branding produk lokal berbasis desa.
"Penyusunan model bisnis ekowisata, pendampingan UMKM pesisir, dan digitalisasi promosi wisata. FEB UNISLA akan menjadikan Desa Tunggul sebagai laboratorium ekonomi hijau yang terintegrasi , dimana kegiatan ekonomi tidak hanya mengejar profit, tetapi juga berdampak sosial dan berkontribusi pada pelestarian alam," tegas Dekan FEB UNISLA tersebut.
Kegiatan ini ditutup dengan ramah tamah dan diskusi ringan antara dosen, mahasiswa, aparat desa, dan anggota DPRD, membahas rencana tindak lanjut serta peluang program kolaboratif lainnya.
Dengan semangat gotong royong, kolaborasi lintas sektor, dan semangat keberlanjutan, UNISLA dan Desa Tunggul telah memulai sebuah langkah besar menuju perubahan yang berkelanjutan, menyatukan ilmu dan aksi, menyulam masa depan dari pesisir Lamongan yang lestari, produktif, dan berdampak.
Dengan demikian, kegiatan tersebut dihadiri Drs. H. Moh. Yasin selaku Kepala Desa Tunggul, Badriyah, SE., MPd.,M.M. selaku Wakil Rektor II UNISLA, Anggota DPRD Kabupaten Lamongan, Umar Buwang, S.H.,. Mukhlis, S.Ag., M.Pd., Koordinator Kampus 2 UNISLA, Dekan FEB Dr. H. Abid Muhtarom, S.E., S.Pd., M.S.E.
@Editor : Ubed
@Barometer Investigasi News (BIN)

0 Comments