Breaking News

Anggaran Tebal, Jalan Rabat Beton Diduga Memprul dan Tipis, Kades Sidomulyo : Potongan Sama-sama Tahu Lah

LAMONGAN,  BIN.ID– Proyek pembangunan Jalan Rabat Beton di Dusun Rowongglagah, Desa Sidomulyo yang dibiayai dari APBD Provinsi Jawa Timur 2024 melalui skema Bantuan Keuangan (BK) Provinsi menuai sorotan tajam. (24/01/2025)

Pasalnya, proyek senilai Rp 300 juta ini diduga memiliki berbagai kejanggalan, mulai dari ketebalan jalan yang tidak sesuai, dugaan fee proyek, hingga keterlibatan pihak luar dalam pengerjaannya.

Jalan Baru Diduga Berkualitas Murahan

Dari hasil pantauan di lokasi, ketebalan jalan hanya sekitar 10 cm, jauh dari standar konstruksi yang seharusnya lebih kokoh dan tahan lama. Dengan volume pengerjaan 244 meter x 3,9 meter, seharusnya proyek ini memberikan infrastruktur yang layak bagi masyarakat. Namun, kenyataan berkata lain.

Ironisnya, jalan yang belum genap sebulan dibangun justru sudah menimbulkan debu dan tanda-tanda kerusakan. Indikasi utama adalah campuran material yang diduga tidak sesuai standar proyek pemerintah. 

Seharusnya, rasio campuran semen dan pasir ideal adalah 3:1, tetapi proyek ini justru diduga memakai komposisi 6:1, membuat daya tahan jalan sangat diragukan. Akibatnya, muncul istilah "kememprulan", kondisi di mana jalan tidak memiliki kepadatan dan kualitas yang sesuai standar teknis.

Proyek dari Pokir Partai NasDem Dikerjakan oleh Tim Pak Surya

Namun, alih-alih menjelaskan secara transparan, Kepala Desa Sidomulyo, Bagus Dwi Saputra tak menampik bahwa proyek ini berasal dari pokok pikiran (pokir) partai NasDem, Surya, yang dikawal oleh Kaharudin (mantan anggota DPRD Lamongan).

Menariknya, proyek ini tidak dikerjakan oleh pihak desa, melainkan oleh Tim Pak Surya seperti yang diakui oleh Kades sendiri. "Anak Pak Surya itu teman saya kuliah S-2. Makanya untuk memperoleh proyek itu saya bisa langsung berhubungan dengan anaknya," kata Bagus. 

Lebih lanjut, ketika ditanya mengenai siapa yang sebenarnya mengerjakan proyek ini, Kades Bagus menyatakan bahwa pihak desa sama sekali tidak terlibat dalam pengerjaannya.

"Ya, yang mengerjakan proyek tersebut adalah mereka semua. Jadi pengerjaannya bukan pihak desa tapi kontraktual, dan saya tidak ikut apa-apa terkait proyek. Saya hanya tahu habisnya berapa, karena yang saya bayar itu cuman material," ujarnya.

Dugaan Potongan 30-40 Persen, Kades Sidomulyo : "Sama-Sama Tahu Lah"

Ketika disinggung soal kemungkinan adanya "komitmen fee" atau potongan dana proyek, Kades Sidomulyo tampak enggan menjelaskan secara gamblang.

"Sama-sama tahu lah. Kalau kaitannya dengan potongan, Sampean sudah tahu sendiri lah," ucapnya, seolah memberi isyarat adanya sesuatu yang tak ingin ia ungkapkan lebih jauh.

Laporan  :  Kaperwil Jatim [Bed]

0 Comments

© Copyright 2024 - Barometer Investigasi News
wa